Senin, 01 Maret 2010

Gallas Gallas Kaca,, ^^



Dapet satu artikel wawancara menarik dari http://www.djarum-super.com/soccer/liga-internasional/special-features/content/read/the-10-minutes-worth-with-william-gallas/,, check it out! ^^

The 10 minutes Worth With William Gallas.
23/02/2010
Oleh: Iwan Wijaya

Berikut ini adalah sedikit cerita tentang pemain belakang yang membela klub arsenal dan timnas perancis.dan interview singkat yang saya dapatkan saat bertemu dengannya beberapa waktu lalu.
Pria kelahiran paris, Prancis 17 agustus 1977 ,William Gallas adalah anak didik lulusan French football Academy of Clairefontaine yang sangat terkenal di eropa yang juga telah melahirkan bintang besar seperti, Thierry Henry, Nicolas Anelka,Louis Saha, dan beberapa talenta muda seperti Hatem ben Arfa, Abou Diaby dan Gabriel Obertan.

Karir gallas di mulai saat dia membela tim dari divisi dua liga perancis, Caen. Setelah dua musim bermain dan membantu Caen kembali ke divisi utama Perancis, Olympique Marseilles meminangnya di tahun 1997.

4 musim bersama Marseille bagi William Gallas telah cukup untuk dirinya mengikuti jejak rekan-rekannya untuk melanjutkan karir sepakbolanya di daratan inggris. Adalah Ranieri Pelatih Chelsea saat itu yang di juluki “the thinkerman” meminangnya dari Marseille seharga 6,2juta Poundsterling pada mei tahun 2001.selama lima musim di Chelsea, dibawah asuhan dua pelatih handal gallas sempat merasakan 2 kali juara liga inggris berturut-turut di tahun 1004/2005 dan 2005/2006 tepatnya pada saat The special one mourinho menangani Chelsea.

Pada tanggal 1 September 2006, Gallas ditransfer ke Arsenal sebagai bagian dari perjanjian yang membawa Ashley Cole ke Chelsea dan Arsenal juga menerima jumlah uang sebesar £ 5 juta poundsterling. Transfer yang sedikit berbau kontroversial dan mengagetkan kedua supporter itu membuat José Mourinho marah besar terhadap ketua eksekutif Chelsea,Peter Kenyon.

Kehidupan mewah yang di dapatkan Gallas di London tidak membuat dirinya rindu akan kampung halamannya. Mungkin karena jarak antara London – paris yang dapat ditempuh beberapa jam saja membuat dirinya kerasan hidup di London. Saat saya menemui dirinya dan sedikit berbincang-bincang mengenai dunia sepakbola, William Gallas menyambutnya dengan penuh canda.

Saat itu saya yang beruntung menemuinya beberapa jam setelah pertandingan usai.


IW: apakah anda tahu, William Gallas adalah satu-satunya seorang pemain belakang yang mengenakan nomor punggung 10?

WG: kelihatannya seperti itu.tapi apakah anda yakin?


IW: yakin. Cerita dong sedikit mengapa anda bisa memilih nomor punggung 10, nomor yang ditinggalkan oleh Dennis Bergkamp setelah dia pensiun dari Arsenal?

WG: saat itu hanya nomor 3 yang ditinggalkan oleh Ashley cole untuk saya. tapi saya tidak menyukainya. Dan saya meminta ijin kepada pelatih agar nomor 10 yang saat itu tidak dimiliki oleh siapapun agar diberikan kepada saya. Dan pelatih menyetujuinya.


IW: di umur yang ke 33 tahun anda masih dipercaya membela tim nasional Perancis untuk piala dunia mendatang, Apa rahasianya menjaga kesehatan dan kebugaran anda?

WG: istirahat yang banyak, makan makanan sesuai resep yang diberikan oleh tim kesehatan klub yang saya percaya sangat membantu fisik saya hingga kelihatan seperti sekarang ini.


IW:Siapa yang lebih anda sukai “The special one” Mourinho atau “The Professor” Arsene Wenger?

WG: (Gallas tertawa)..Pertanyaan yang sulit dijawab. Mereka berdua adalah dua karakter yang sangat special bagi saya. Dunia sepakbola sangat beruntung telah memiliki dua sosok pelatih seperti mereka.


IW: anda beruntung berada di Arsenal yang memiliki rekan satu tim dari berbagai macam budaya. Saya dengar para pemain asing yang berada di Liverpool misalnya, sangat sulit beradaptasi dengan logat bicara para pemain lokal, seperti Jamie Carragher yang memilki logat bicara yang sangat kental dan sulit dimengerti.

WG: benar, saya sangat beruntung sekali selama 9 tahun bermain di liga Inggris tidak mengalami kesulitan mengenai masalah komunikasi. Banyak para pemain asing yang datang ke sini dan tidak kerasan karena mengalami masalah dengan komunikasi mereka.


IW: sudah 9 tahun berada di London. Suka dan duka hidup disini?

WG: saya suka tinggal di London. Banyak hal yang bisa saya pelajari dan saya dapatkan disini. terlebih lagi keluarga saya sangat menikmati hidup disini. perasaan bosan itu memang pernah menghantui diri saya. Tapi saya mencoba untuk berpikir mengenai masa depan saya. Mengingat umur saya yang sudah tidak muda lagi, rasanya saya akan menghabiskan karir saya disini. Anda bekerja untuk media mana bolehkan saya tahu?


IW: saya berasal dari Indonesia dan bekerja di salah satu media disana. kalau begitu apakah anda tertarik untuk bermain di liga Indonesia? Saya rasa umur bukanlah suatu masalah, Roger Milla dan Mario Kempes pernah bermain di liga indonesia dengan umur yang cukup tua.

WG: Indonesia?? Dimana??


IW: BALI..anda tahu dimana Bali?

WG: Ahhh,saya tahu. tempat yang sungguh indah.


IW: Baiklah monsieur, terima kasih untuk waktu anda.

WG: No problem, Brother.


Tak lama setelah percakapan itu selesai, saya menyempatkan diri untuk berfoto berdua dengan Gallas. Suatu pengalaman yang sulit untuk di lupakan.

2 komentar:

Reinhart Velatrache mengatakan...

WG: Indonesia?? Dimana??
IW: BALI..anda tahu dimana Bali?
WG: Ahhh,saya tahu. tempat yang sungguh indah.

------------------------------------------------

Wadehel...

Maroon Grace Lady mengatakan...

http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif
haha
iya neh,,
masak bali lebih terkenal dari indonesia ya,,
aaaaarrgghhh,,, http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/62.gif